Seseorang yg lahir dan melaksanakan kemashlahatan, baik dengan diam maupun geraknya. Namun
tidak mengakibatkan kelapangan dalam hidupnya. Maka dapat dipastikan ini adalah suatu kesalahan
struktural dari sistem realita yg berjalan.
Manusia bekerja, namun upah perlu melewati beberapa tingkat sebelum mencapai dirinya. Melewati filter logam emas, filter semu kurs mata uang dll, dan para bankir yang mencipta dari kehampaan.
Sejak kecil manusia diberitahu : hidup sendiri, tanpa gotong royong. Yang lain adalah saingan. Atau sekedar karyawan untuk membantu sang individu.. Manusia dilatih dengan ranking, nilai, juara,“unggul”, “kompetitif”, “siap kerja”. Kesuksesan adalah karier + penghasilan.
Dan apabila manusia yang merupakan mahluk dengan potensi kepintaran dan hikmah dari sumber imateril, dilemahkan menjadi hanya pencari upah, pencari izin untuk sekedar hidup, maka mereka kemungkinan besar tidak akan menjadi pemakmur sekitarnya.
Manusia menjadi hanya "faktor produksi", bukannya penjaga dimuka bumi. Alam menjadi hanya sumber daya untuk manusia, bukannya amanah yang perlu dilestarikan keberlangsungannya. Ingat binatang tidak punah karena dirinya sendiri melainkan karena eksploitasi manusia. Ini karena bergesernya makna, dan manusia pun menjadi sibuk membesarkan diri & materi nya.
Maka peradaban pun berjalan seperti ini, memenuhi produktivitas ekonomi, sampai menjadi monster. Monster yg tetap menggurita meski tanpa kepala. Wajib maju. Wajib bersaing dan tidak peduli pada spesies lainnya.
Dan di
tiap level gelembung yang diciptakannya : Komunitas, Desa, Provinsi, Negara, tetap hanya akan sibuk
mencari untuk dirinya sendiri menjadi nyaman. Dirinya dan keluarganya. Persaingan dari kompetisi kertas,
menjadi kompetisi pedang, dan hulu ledakan.
Tidak luput ini dari apa yang dijadikan
pedoman oleh kita :
Wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī jā'ilun fil-arḍi khalīfah, qālū a taj'alu fīhā may yufsidu fīhā wa yasfikud-dimā`, wa naḥnu nusabbiḥu biḥamdika wa nuqaddisu lak, qāla innī a'lamu mā lā ta'lamụn
Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (al-baqarah-ayat-30)
Asy-syaithânu ya‘idukumul-faqra wa ya'murukum bil-faḫsyâ', wallâhu ya‘idukum maghfiratam min-hu wa fadllâ, wallâhu wâsi‘un ‘alîm
Artinya : Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. al-baqarah-ayat-268.
Bilakah situasi ini berlalu ?
Komentar
Posting Komentar