Kopi mana kopi

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat,

Akhir akhir ini hamba menyerap kitab barnabas, sekilas, walau diragukan kebenarannya, melihat bahwasanya memang urusan terbagi menjadi dua, urusan lahir dan urusan batin (hati). Sekian lama membaca quran dan terjemahnya, memang tidak mampu  melihat gamblang akan adanya urusan hati ini. 

Kemudian hamba juga membaca Ihya Ulumuddin, buku #1 terjemahan. Nah dari sinilah inspirasi mulai menyeruak dalam hati hamba. Ingin rasanya membuat sesuai isi mukaddimah Ihya Ulumuddin. Karena hamba merasa isi  Ihya susah dimengerti (kecuali dari mukaddimahnya), jadi mungkin hamba akan meng KOPI, mukaddimah nya dan diisi dengan pengertian dari ijtihad hamba sendiri sesuai Al Quran.  Semoga bisa untuk dijadikan bahan membaca anak  cucu hamba. InsyaAllah.



Near Hikichigawa Water Park

Sebagian isi Ihya Ulumuddin (Menghidupkan Ilmu-Ilmu Agama): 

Akhirat itu pasti datang, dunia itu pasti berlalu, ajal  itu sangat dekat, perjalanannya jauh, bekalnya sedikit, bahayanya besar dan jalannya buntu. Menempuh jalan akhirat dengan banyaknya tipu daya tanpa petunjuk dan teman sangat melelahkan. Terkhayal dalam masyarakat, tidak ada ilmu kecuali fatwa pemerintah. Kebanyakan mereka tidak melihat selain pencarian keuntungan, kemegahan, berburu barang dan menjaring harta yang dekat (dunia).

Kitab Ihya dibagi menjadi 4 asas perempatan (Rubu) : ibadah,  adat, hal yang membinasakan, hal yang menyelamatkan.







Komentar