Didapat dari buku, Muhammad, His Life from the Earliest Sources.
Sarah berusia 76 dan Ibrahim 85, ketika itu Ibrahim mendapat bisikan untuk menghitung bintang2, dan saat menghitungnya dia mendengar "dan seperti itulah keturunannmu". Hajar orang Mesir diberikan istrinya untuk dijadikan istri kedua. Hajar kemudian memohon padaNya, dan mendengar suara "rasakanlah bahwa kamu bersama seorang anak, beri nama Ishma-El (karena Allah mendengar nya)".
Dikemudian hari Hajar dan Ismael diberi wangsit untuk ditaruh ditengah gurun, dan mereka pun terbawa sebagai musafir kelembah Bakka. Ismael yang kehausan disana, setelah ibunya berlari berputar antara Safa Marwah, diberi air zamzam dibawah tumitnya oleh Allah. Dikemudian hari mereka disusul oleh Ibrahim. Untuk membangun suatu rumah Allah dan juga melaksanakan solat dihadapan rumah Nya. Diberi juga tahu untuk para musafir yang datang memuliakan rumah Allah untuk berputar antara Safa Marwah 7x sebagai syarat berhaji.
Setelah Ismael, berusia 13, Sarah pun diberikan anak yang juga mendapat keberkahan, Ishaq. Keturunan mereka semakin banyak tersebar. Berita mengenai rumah Allah yang dibangun Ibrahim juga menyebabkan semakin banyak orang melakukan perjalanan kesana. Melakukan haji. Semua keturunan Ishaq dan Ismael melakukannya. Setelah waktu berlalu maka pemujaan pada Allah SWT Tuhan yang Maha Satu menjadi berkurang. Banyak dimasukkan patung-patung orang saleh disana, idola, yang dipuja. Sebagai perantara untuk berdoa pada Allah. Dan akhirnya para keturunan Ishaq yaitu orang dari keturunan bani Israel tidak lagi kesana.
Suatu tempo Bani Jurhum yang menguasai Kabah, mereka perlahan menjauh dari kebenaran. Sumur zam-zam dilupakan dijadikan tempat menyimpan harta mereka, karena telah banyak sumur lain digali. Kemudian digantikan Suku Khuza'ah. Yang memasukkan berhala Suku Moab (di Yordania) Hubal di dalam Kabah.
Qusay dari suku Quraish menikah dengan anak kepala suku Khuzaah, dan menguasai Kabah. Dia mengajak saudara2nya untuk menetap membangun rumah disana. Qusay ibn Kilab berperan sebagai raja yang mendapat pajak untuk memberi makan orang-orang yang tidak mampu. Mereka dikenal sebagai Quraysh Al Bitah (quraish dalam gua) yang disekitar mereka Quraysh Al Zawahir (quraish pinggiran).
Cucu Qusay, Hashim bin Abdu Manaf membuat dua perjalanan terkenal, karavan musim panas, dan karavan musim dingin. Dari turunan Abdu Manaf inilah beban untuk menarik pajak dan memberi makan minum tamu Allah SWT diteruskan.
Di Yathrib ada keturunan Qaylah (wanita Quraisyh yang terkenal sebagai pemimpin), yaitu Aws dan Khazraj. Wanita banyak yang memimpin disana, masa itu yang terkenal di Bani Najar adalah Salma, yang dinikahi Hashim. Anaknya satu Shaybah dibesarkan ibunya di Yathrib. 3 anaknya dari istrinya di Mekkah juga ada. Hashim punya saudara Abdu Shams dan Mutallib. Dan saudara tiri Nawfal yang berdagang di Syiria. Hashim kemudian meninggal di Gaza dalam perjalanannya.
| Keturunan Hashim diantaranya adalah keluarga Raja Yordania |
Di kemudian hari Shaybah dibujuk oleh Mutallib dikarenakan reputasinya sebagai pemimpin dari Yathrib untuk mewarisi ayahnya. Di Mekkah dia dikenal sebagai Abdul Mutallib, karena kesalahan lidah orang yang menyangka dia adalah budak baru nya Mutallib.
Dikemudian hari karena kebiasaannya duduk dekat Hijr Ismail, dia mendengar suara untuk menggali. Dan kemudian setelah melaksanakan putaran 7 kali dan berdoa menurut kebiasaan dia pun mendapati tempat yang dibisikkan untuk digali. Yaitu suatu altar penyembelihan kurban yang ternyata dibawahnya menyimpan sumur zamzam dan juga harta Jurhum. Akhirnya Zamzam pun kembali.
Abdul Mutallib bernazar untuk anak yang banyak sehingga dia akan mengurbankan salah satunya jika terjadi. Maka 10 anaknya diundi sehingga muncullah Abdullah anak bungsunya yang akan dikurbankan. Namun kemudian seluruh keluarga menentangnya dan memberi saran untuk menggantinya dengan kurban yang lain, dan berkonsul dengan seorang yang pintar di Yathrib. Kemudian wanita tsb bilang bahwa bisa di ganti dengan 10 unta yang kemudian diundi. Undian tersebut adalah diterima atau tidaknya unta tsb sebagai gantinya dengan penambahan nya. Sehingga setelah ditambah 100unta anak panah undian tidak mengarah lagi ke Abdullah,dan untuk keyakinan nya diulang pula 3x sehingga Abdul Mutallib tidak jadi menyembelih anaknya.
Abdul Mutallib hanya menyembah Allah, namun masih menyimpan pembenaran adanya berhala lainnya. Diantara Qurays ada yang benar2 menjaga agama Ibrahim,disebut Hunafa atau Hanafiyyun, dengan salah satu nya adalah anak sepupu Abdul Mutallib, Nawfal, yaitu Waraqah. Dia telah memeluk kristen dan bisa membaca, dimasa itu orang2 Kristen menantikan nabi dari Israel. Namun Waraqah masih belum yakin Nabi yang akan datang tsb merupakan orang Israel, krn yang lebih butuh Nabi adalah justru orang Arab.
Komentar
Posting Komentar