Ihya Arruutiin Alyaum

Maksud saya dengan judul diatas adalah Menghidupkan Keseharian Rutinitas kita, dengan membuka batin dan lahir, atas Allah SWT dalam tiap detik kita bernafas.


Dimulai dengan doa, terutama setelah dilokasi kerja  :

Na'uudzubillaahi min 'ilmillaa yangfa' (hamba berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak manfaat)

A'uudzubillaahi an akuna minal jaahiliin (hamba berlindung pada Allah dari menjadi org2 bodoh)

Beberapa pengertian2 yang saya dapat hari ini :

Ulama (orang-orang alim), hukama (orang-orang bijak), fuqaha (orang-orang yang memahami).


Syafii ditanya "kapankah seorang itu menjadi alim?", jawabnya "Apabila ia yakin akan ilmunya lalu mengajarkannya. Dan ia menghadapi seluruh ilmu dan melihat apa2 yang terlewatkan"

"Yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya hanyalah 'ulama"  QS Faathir (the originator) : 28

Hubungan-hubungan kehidupan yang memalingkan wajib disedikitkan.

Pernyataan orang orang tidak bertuhan adalah suatu yang kontradiktif. Apabila mereka tidak mempercayai apapun, maka dari itu pula diri mereka sendiri tidak akan mereka  percayai, ataupun kalimat tsb juga mereka tidak boleh percayai.

Kebanyakan orang pintar menuhankan akalnya.

What money will buy ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, 
  • A Bed but not sleep, 
  • Books but not brains, 
  • Foods but not appetite, 
  • Finery but not beauty, 
  • A house  but not home, 
  • Medicine but not health, 
  • Luxuries but not culture, 
  • Amusements but not  happiness, 
  • Religion but not salvation.

Nabi Muhammad dalam cerita ketika lahir, diberi doa keselamatan = saya letakkan perlindungan anak ini pada Allah, dari pembenci yang sedang benci, seperti surat al falaq

Seorang budak diberi tuannya emas, lalu beberapa lama kemudian dia memberi tuannya selembar daun, dan meminta agar  mendapat salah satu rumah tuannya, seperti itulah manusia pada Tuhannya.

Komentar