Ibrahim dan orang orang bersamanya merupakan suri tauladan yang baik (Al Mumtahanah 4) beliau merupakan Khaliluurrohmaan (kekasih Allah), selain Rosululloh SAW.
An Nahl 120 menerangkan sifat Nabi Ibrahim AS.
- Ummatan (pemimpin/guru)
- Qaanitalillah (berada diatas ketaatan dan ketundukan pada Allah)
- Hanif (menghadap sepenuhnya pada Allah, berpaling dari syirik)
- Lam yakuminal musyrikin (mengingkari kesyirikan dengan lisan, jiwa, raga)
Dalam beberapa bulan ini saya mendapat inspirasi dari ustadz Farouq Abdallah, di https://www.youtube.com/watch?v=U9DLywnEEtg kemudian jg dari ustad Hamza Yusuf, bahwa Tauhid adalah seluruhnya dari Allah SWT.
Hal ini menyangkut dengan Nabi AS Ibrahim ketika melihat perubahan dari Matahari, Bulan, dan Bintang yang diharuskan untuk disembah ketika dia dewasa (Babilonia). Walhasil beliau mencari tahu tuhan itu seperti apa. Dan perjalanan beliau ini adalah pondasi yang sangat kuat dan diabadikan dalam AL QURAN untuk orang yang mau mencari pelajaran.
Untuk mencari tahu makna perubahan yang dimaksud Ibrahim AS kita sejenak mesti merenungkan. Siapakah yang membuat atom2 yang berputar memiliki wujudnya dan keadaannya, menahan dari benturan diantaranya, menjadikannya menyatu menjadi berbagai bentuk senyawa, sel dan bentuk lainnya ?.
Saya akan mengajak untuk membayangkan dalam dunia kertas, 2D. Seperti kertas bergambar yang tiap sepersekian detiknya digambar ulang. Menjadi gambar itu seperti bergerak gerak. Seperti itulah juga kita sebagai mahluk jika digambarkan melalui atom di ruang 3D. Dalam sepersekian detik jutaan atom diatur oleh Sang Maha Pengatur tanpa kita merasakannya. Waktu adalah suatu yang relatif untuk merubah materi. Sesungguhnya seluruh mahluk setiap detiknya diatur dijaga diberikan ketentuan darinya sifat dan dibentuk seperti apa yang kita lihat oleh sang maha penjaga. Allah SWT.
Perubahan (yang dilihat Ibrahim AS) pasti memerlukan penciptaan awal dan penciptaan baru.
Alam ini adalah sistem yang telah dibuat, sebagai jalan ujian manusia. Alam atau Kaun, merupakan materi yang berjalan dengan izin Allah, membentuk banyak hal yang dapat dipelajari sebagai sebab akibat yang dinisbatkan oleh Nya. Tingkat demi tingkat, dalam bentuk bentuknya, mahluk bernyawa, yang lama dan yang baru, dalam alam 3 dimensi. Seluruh mahluk ini adalah atom, sedang pencipta adalah yang Maha Nyata. Ilmu hanyalah cara manusia mempelajari sebab akibat dari tiap bentuk mahlukNya. Namun tentu itu semua dapat serta merta diubah jika Allah berkehendak, seperti itulah mukjizat terjadi.
![]() |
| Masjid Jami Tokyo 2017 |
Dia yang mengajarkan dengan qalam (pena) (Al Alaq 4)
Pada akhirnya kita harus mengagumi Nabi Ibrahim sebagai pelopor pondasi ke-Tauhid an sang Maha Pencipta. Karena perubahan berarti mahluk, seluruhnya yang berubah adalah mahluk, dan sang pencipta adalah yang tidak berubah yang Maha Kekal, pemilik sebab pemilik tangan yang memegang pena dan Yang Mewujudkan segala sesuatu.

Komentar
Posting Komentar