Saya merasa jengah dengan berbagai pengajaran dari berbagai
lini, jika melihat apa yang terjadi dalam dunia ini sekarang.
Terutama dari kalangan ahli agama, ahli bahasa arab, yang
mungkin karena terlalu banyak belajar, sehingga kesimpulannya kadang sudah
terlampau menjauhi esensi yang sesungguhnya dari ajaran ilah kita Allah SWT.
Sebagai mukjizat Rosul SAW maka rujukan kita adalah buku wajib
panduan manusia, Al Quran. Mari kita cek bersama : dengan akal tanpa bias dan
murni, dari terjemahnya yang biasa saja.
Yang pertama adalah mengenali Tuhan :
Surat
Pembukaan
Dengan menyebut
nama Allah Yang Maha Pengasih (sumber kasih dan menopangnya tanpa batas) lagi
Maha Penyayang.
Segala puji
bagi Allah, Tuhan seluruh semesta alam.
Yang menguasai
Hari Pembalasan.
Hanya Engkaulah
yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
Tunjukilah kami
jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan
orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka
yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Yang kedua adalah posisi pikiran orang bertakwa
:
Surat Sapi betina
Alif Laam Miim,
Kitab ini tidak
ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa
(yaitu)
orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan
sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
dan mereka yang
beriman pada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan
(kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan
adanya akhirat
Merekalah yang
mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung
Karena didalam ajaran yang
sering saya dengar, orang bertakwa itu diartikan selalu "orang yang
menjalankan perintah, dan menjauhi larangan Allah saja", padahal sudah
jelas dalam surat ini orang bertakwa adalah yang mempercayai yang ghaib... ini
adalah permulaan, karena mengenali adanya pencipta butuh kepercayaan pada
metafisika, alias ghaib.
Alasan rasional adanya Allah serta sifatnya dirangkai di pembukaan
:
·
Segalanya
adalah sebab akibat sesuatu, rangkaian sebab akibat tidak akan berjalan tanpa
satu sebab pertama, yang tanpa sebab. Tuhan adalah sumber, yang menopang kejadian
seluruh mahlukNya, inilah sebab pertama itu.
·
Segala
sesuatu di alam ini memiliki bahan serupa, namun bentuk yang berbeda, seperti
juga ciptaan manusia sendiri. Maka manusia juga pasti tau bahwa ada pembentuk,
penyatu bahan dan yang memberi petunjuk sifat sifat bahan tersebut (aturan
alam) yang beraturan, tidak random, ataupun merusak (mutasi). Desainer yang
tentunya berakal. Apabila terdapat kerusakan alam, maka inilah juga termasuk
dalam kesetimbangan alam.
·
Segala
sesuatu saling terkait, dan membentuk mata rantai ekosistem, seluruhnya ini
adalah warna warni bentuk desain yang memiliki keindahan tersendiri.
Diciptakannya fase hidup, yang memberitahu manusia mengenai kefanaannya. Inilah
sumber ilmu dan tanda kasih Nya.
·
Setelah
dia sadari adanya Tuhan. Dan kemudian dia pun akan menyadari melalui pengamatan
(empiris), bahwa alam ini ada banyak, alam mikroskopis, alam planet planet,
maupun alam ghaib (misal kesadaran pemikiran), karena itu lah aalaamiin (banyak
alam). Seluruhnya ini dibawah Tuhan, sehingga patut memujinya. (Walaupun
ada suatu firasat mengapa banyak ketidak adilan/ kejahatan di dunia, yang
terjadi akibat interaksi berbagai mahluk. Kemana adanya Tuhan ? )
·
Kemudian
orang yang bertakwa, mencari tahu cara ibadah untuk memujiNya, menyembahNya dan
meminta tolong dan meminta nikmatNya. Dengan sifatNya, orang bertakwa mengikuti
kebaikanNya, yaitu memberi sebagian rezeki nikmatnya untuk selain
dirinya.
·
Mereka
pun akan memilah seluruh bukti adanya Tuhan, dan mengambil simpulan bahwa ada
satu Kitab, yang menerangkan dirinya sebagai kitab Tuhan, yang dapat dipercaya
100%, karena sifatnya ataupun pembawanya.
·
dan setelah
didapat Kitab ini, mereka akan mengerti akan adanya dunia kedua, dunia setelah
kematian. Terjawablah sudah, bahwa seluruh ketidakadilan akan dibalas setelah
kita melalui dunia ini dan memasuki dunia baru yaitu hari pembalasan. Opsi
manusia untuk berbuat sesuai keinginannya dalam batasan setimbangNya akan
diadili. Dan akan jelas, tidak mungkin penguasa hari itu ada banyak, sehingga
Tuhan adalah Esa, Pengasih dan Penyayang.
Kesimpulan :
Orang yang bertakwa adalah orang yang telah mendapat petunjuk dan
beruntung, dia mengetahui adanya Tuhan Yang Esa, Yang Penyayang, penopang
seluruh alam dan mahluk, menguasai hari pengadilan, dan telah mengirimkan
manual kehidupan, serta cara untuk menjadi hambaNya dengan ibadah dan amal
kebaikan sesuai nurani manusia.
Komentar
Posting Komentar