Manusia adalah umat, seperti banyaknya umat umat yang lain, yang asumsi saya adalah spesies. Satu ranah dalam sifatnya. itulah umat.
Mereka bisa berkomunikasi dan berekspresi. Sifat manusia diantaranya berfikir, berkarya, dengan dualisme nya. Manusia mampu berfikir keabadian, kefanaan.. mampu berfikir ciptaan dan pencipta.. hubungan kausalitas yang pada akhirnya menjadikan mereka hamba yang sejati. Tanpa berfikir manusia tidak bisa menyimpulkan keberadaan zat absolut yaitu Tuhan. Karena seluruh ciptaan akibat, pasti memerlukan pencipta sebab yang tanpa sebab. Karena kalau begitu tidak akan ada awal mula segala sesuatunya.
Sesuatu ciptaan memiliki sebab dan awal, dari sesuatu menjadi sesuatu, dari telur menjadi ayam dst. Sehingga menjadi seolah berputar tanpa akhir. Namun ini tidak mungkin karena semua ini tidak mungkin terjadi tanpa penyebab salah satu diantaranya. Penyebab telur dahulu, ataupun penyebab adanya ayam. Perubahan sendiri adalah ciri suatu ciptaan. Perubahan melingkar adalah ciri, adalah siklus, siklus merupakan sistem dalam kehidupan mahluk.
Manusia adalah karya terbaik Tuhan, karena mereka memiliki inti yang tak terbatas, yaitu mampu belajar, mampu menulis, dan menyatukan secara abstrak informasi menjadi satu jalinan kristal pemahaman. Manusia selalu ingin tahu, berproses mencerna sekelilingnya sampai batas usia.
Manusia mampu secara tak terbatas pula, mencerminkan diri sendiri, inti dirinya dalam keadaan mahluk mahluk lainnya. Empati dan pengorbanan, adalah kelebihan manusia yang secara kasat mata dapat terlihat melebihi mahluk lainnya. Manusia ingin dalam hatinya menjadi aman masa depan dan nyaman keseluruhan. Nyaman dalam hati dari puji dan pengenalan, nyaman dari luar dalam bentuk dan bawaan.
Namun kelebihan ini pula yang dijadikan bekal musuhnya untuk menjatuhkannya. Rasa ingin tahu, proses mengetahui, dan pengorbanan.
Manusia ingin pengetahuan, namun dalam prosesnya, segala macam infromasi yang ada tidak memiliki saringan. Mencerna butuh proses, dan proses sendiri merupakan perubahan yang selalu berlangsung, dan perlu disadari. Terkadang tidak adanya kesadaran adanya proses, mengakibatkan manusia hanya berfikir tujuan akhir.
Terjebak pada tujuan, membuat banyak manusia menempati posisi yang tidak
semestinya.
Terjebak pada dirinya, manusia menganggap diluar adalah suatu yang asing,
dan berbahaya.
Terjebak pada siklus, meniadakan sebab pertama.
Siklus berfikir mencerna, menyaring, melupakan yang tidak penting, dapat
disisipi oleh informasi yang tidak semestinya.
Namun manusia yang berfikir, pastilah mengakui sebab pertama Tuhan. Dengan
bekal inilah manusia mendapati petunjuk Tuhannya. Cari Tuhan, cari petunjuk,
cari manusia yang memandu.

Komentar
Posting Komentar