Rencana Induk Alam Semesta II (end)

Yuk,

Mengejar dari tema kemarin,

Karena Allah yang memiliki semua dan qodo nya alias kepastiannya adalah mutlak. 

Allah tahu Maha Tahu dan Menyeluruh Tahu semua kejadian sampai akhir.

Namun disatu sisi Allah merendahkan pengetahuannya dengan pertanyaan seolah-olah Dia belum tahu, misal pada Iblis.

Jadi selama ini kita semua bekerja, berusaha, ini adalah dlm pengetahuanNya, jadi tidaklah Allah merasa kaget karena sesuatu yang kita lakukan. 

Allah kita Maha Rahmah, dan mengayomi kita tanpa kita tahu. Kita sengaja diberi memori untuk melupakan apa yang telah terjadi (bahwa kita mengakui Allah di alam sebelumnya) untuk menguji kita. Dunia ini adalah eksperimen tertata dengan aturanNya. Apabila ada pertanyaan mengapa Allah mematikan orang ini, bukannya orang jahat, ini semua karena kita sedang diuji. Ujian ini adalah ujian pilihan.

Seluruh lembar pilihan kita sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz. Jalur ending kita telah ada dibuat yaitu untuk surga dan neraka. Allah menentukan keseluruhan melalui sistem yang Dia buat agar manusia bisa mencapai surga alias menjadi fitrah nya. Apabila ada bencana, sistem menyesuaikan, dan tiap kejadian adalah sudah tercatat dalam kemungkinan lembaran Lauhul Mahfudz.

Seolah olah Allah tidak memiliki daya dan upaya apabila kita mengasumsikan ke Maha Tahuan Nya. Namun tidak, karena Allah yang memegang sistem ini, sehingga terus menerus Allah mengatur urusan seluruh mahlukNya. Jadi sistem Allah ini adalah ibarat sebuah lembaran kejadian yang mungkin ada. telah tercetak dalam Buku Rencana IndukNya. 

Dan seluruh atom nya bergerak dalam sistem ini dengan kesetimbangan neraca tertentu. Apabila manusia yang memiliki dua sifat yaitu fujur dan takwa, memiliki kecenderungan ke fujur, maka sistem bergerak untuk memberinya rahmat agar menuju ketakwaan. Bahkan kematian dan kehidupan menjadi rahmat Allah yang bisa menunjuki untuk menuju takwa.

Allah telah menentukan batas, janganlah kita melampaui batasnya. Apabila sebagai kelompok batas terlampaui, Allah akan memberi ketentuanNya. 



Sehingga masih ada juga ilusi pilihan. Sungguh mengerikan apabila kita memilih jalan yang buruk. Dan beruntung apabila kita memilih yang baik, mensucikan kita untuk kembali padaNya. Sehingga Allah pun dapat murka dengan pilihan kita yang buruk, sebagai individu, maupun kelompok, walaupun telah diketahuiNya pilihan kita dapat seperti itu. Dan murka Allah pun akan membantu kita sebagai rahmat agar dapat kembali kepadaNya. 

Allah tahu seluruh pilihan, namun kita yang menentukannya, melalui doa dan kerja.

Allah memegang seluruh alur perjalanan dunia, namun manusia dengan rayuan syaitan bisa membelokkannya dalam batas yang ditentukanNya. Itulah fungsi neraka dan syurga, sebagai jaminan adanya pilihan dan tanggungjawab manusia dewasa.

Apabila Allah menguji dan berkehendak, itulah keadilanNya, seluruhnya dalam batasan Rahmat, untuk memudahkan kita kembali pada jalur yang benar.

Begitulah kesimpulan hamba, semoga Allah memaafkan jika ada yang salah.

Yang utama adalah mengingat Allah Maha Rahmah, Maha Adil, dan Mengetahui Semuanya dan Menguasai Semuanya untuk merealisasikan Rencana IndukNya. 

Komentar