Musuh Manusia by Sayyid Nursi

Kata Said Nursi dalam risalah cahaya nya, ini lah musuh kita :

  1. kebodohan,
  2. kemiskinan, dan
  3. perpecahan.

Dan terhadap musuh-musuh seperti itulah umat Islam harus berjihad dengan senjata ilmu pengetahuan, sains, dan kerja keras.

Kebodohan yang paling utama :

Jika engkau menginginkan musuh, cukup hawa nafsumu menjadi musuhmu, ini juga bisa dianalogikan, dengan :

Jika musuh utama kita kebodohan, maka lawanlah diri sendiri atas kemalasan mencari ilmu.

Dengan niat untuk menghilangkan kebodohan diri sendiri dan juga orang sekitar, bukan niat untuk mencari harta ataupun membodohi orang.

Solusi : kesiapan guru dan murid

 

Kemiskinan awal dan solusinya :

Pada dasarnya Allah memberi rezeki semua mahluknya, dengan caraNya. Setiap orang bisa memperoleh rezeki Allah tersebut jika ikhtiar buruk manusia tidak ikut campur, tidak sampai mengorbankan agamanya, serta tidak menggadaikan kehormatan dan harga dirinya

Apabila berlebihan dalam pikiran manusia dan budayanya, timbullah keinginan diluar rezeki Allah, sehingga menjadi penyebab kemiskinan. Orang yang mengejar rezeki jenis majazi ini akan terbelenggu oleh kebutuhan yang tidak penting di mana kemudian berubah menjadi kebutuhan pokok baginya akibat penyakit taklid (sikap meniru orang lain).

Oleh karena itu diperhatikan Hadis Rosul SAW kita “Tidak akan jatuh miskin orang yang berhemat,” (HR Ahmad 4269).

Dan apabila manusia tidak memperoleh kecukupan ilmu untuk berkehidupan, hal ini wajib diusahakan oleh para cendekia di lingkungannya. Perhatikan pengajarannya dan kemandirian sebagai hasilnya dimasa depan.

Solusi : Hemat, Ilmu yang membuka wawasan


PerpecahanTerjadi ketika person menjadi mangsa egoisme, cenderung pada penyakit ambisi, kehilangan ketulusan, dan membuka pintu bagi kemunafikan.

Contoh :

Ketika terjadi pembandingan diri dengan orang lain. Orang yang bodoh akan mencari pembenaran untuk menafikan apapun yang bersifat perbaikan yang tidak dikuasainya. Orang yang pintar, akan mendengki orang pintar lainnya jika mereka memiliki apa yang tidak dipunyainya. Kecemburuan lahir, dan menghambat dirinya sendiri untuk maju.

Ketika niat kita sendiri, rentan terdistorsi oleh kebanggaan diri, ingatlah “‘Ridho Tuhan diraih hanya dengan ketulusan hati,’ dan bukan dengan banyaknya pengikut atau kesuksesan besar,” demikian  kata Said Nursi, dan itu sudah cukup.

Solusi : tulusnya hati menerima perbedaan dan kelebihan, karena porsi cahaya Nya ada di semua mahlukNya tidak peduli lokasinya


Komentar