Setelah kita mendapati hikmah dunia, dan dirajut dengan benang ruhani Qurani,
kita sadari bahwa kita di didik oleh fitrah untuk menjadi manusia primordial yang hidup serasi dengan alam.
Manusia tersebut adalah manusia yang tidak memiliki kekuatiran, menyerahkan hasil pada Allah, berproses dalam batas maksimal keilmuan yang terus ditingkatkannya. Respon sang pribadi tersebut adalah sikap yang penyayang, bahkan tidak mempedulikan hari nya sendiri dengan pengorbanan pengorbanannya yang mencari persetujuan langit.
Pencapaian kelompok manusia tersebut adalah pencapaian untuk membersihkan dirinya. Dari sisa kemubaziran, sisa pemborosan dan sisa kenegatifan keluar. Seluruh daya negatif disimpan untuk dibuang dalam lubang hitam pikirannya sendiri, sehingga para subscriber langit tidak akan mengurangi empati pada mereka.
Tujuan mereka adalah keabadian, keharmonisan, keindahan. Dalam taman surga, dimana seluruhnya adalah kepuasan. Apabila tidak ada kemalangan yang dialami di dunia, kepuasan tersebut hanya menjadi kepuasan hampa. Begitulah kehidupan mereka, mereka menyambut kemalangan, menyambut pengorbanan, menyambut kematian dalam ikhtiar mereka.
Doa seorang hamba ;
Ya Allah jadikanlah hamba layak untuk menjadi penghuni taman Mu. Atau hapuslah hamba secepatnya. Hamba merasa sudah maksimal dalam mencapai pengertianMu tentang hidup. Ridho Mu adalah tujuan hamba, tulisan ini adalah proses hamba.
Hamba mengerti semua keindahan, ciptaanmu, banyak yang dijadikan sebagai bujukan setan, hamba hanya ingin menikmati dalam batasanMu saja. Hamba tidak boleh marah, dan sebaiknya tidak membalas, apapun yang terjadi pada hamba untuk meningkatkan hamba kepada sabar.
Untuk mencapai ridhoMu, hamba sudah menempuh jalan ilmu, mengaitkan banyak hal, namun yang hamba temukan hanya kesepian yang mendalam. Semoga Engkau dapat mengerti bahwa hanya Engkau teman sejati hamba. Dalam doa ini hamba berharap jalan hamba dapat engkau terima dan hamba dapat menemui Engkau untuk berdialog mengenai kesulitan hamba, dalam memperbaiki dunia ini. Pertemukanlah hati hamba dengan hati hati lain yang sama mengerti wahai Yang maha Mendengar.. Aamiin

Komentar
Posting Komentar